Juara Umum KJI-KBGI 2012

Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia ke VIII adalah Universitas Brawijaya. Dan Juara Umum Kompetisi Bangunan dan Gedung Indonesia ke IV adalah Politeknik Negeri Jakarta More »

Juara Kompetisi Jembatan Indonesia ke- VIII

KATEGORI JEMBATAN BUSUR No. Juara Nama Jembatan Nama Tim Perguruan Tinggi 1 Juara I Nyamplung Calophyllum Universitas Indonesia 2 Juara II Bimo Seno Sensorik CreMona Universitas Negeri Malang 3 Juara III Garudha More »

Juara Kontes Bangunan dan Gedung Indonesia ke IV

Jawara Bangsa Poltek Negeri Jakarta Suripto, ST, Msi Juara I D’ Cremona Univ Negeri Malang Drs. Eko Suwarno, MPd Juara II Citra Team Institut Teknologi Sepuluh Nopember Endah Wahyuni, ST, MSc, PhD More »

Tim Politeknik Negeri Bandung Mencatat Waktu Tercepat

Kategori jembatan kayu menjadi kategori terakhir yang dipertandingkan dalam Kompetisi Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VII) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV). Kategori yang memiliki 3 juara dan enam jenis penghargaan More »

Hari Kedua KJI KBGI, Jembatan Kayu Siap Berlomba

Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember  Surabaya, Minggu  02 Desember 2012   Kompetisi Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VIII) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV) memasuki hari kedua. Kemarin (01/12), dilaksanakan KJI More »

Juara Umum KJI-KBGI 2012

Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia ke VIII adalah Universitas Brawijaya.

Dan Juara Umum Kompetisi Bangunan dan Gedung Indonesia ke IV adalah Politeknik Negeri Jakarta

Juara Kompetisi Jembatan Indonesia ke- VIII

KATEGORI JEMBATAN BUSUR
No. Juara Nama Jembatan Nama Tim Perguruan Tinggi

1

Juara I Nyamplung Calophyllum Universitas Indonesia

2

Juara II Bimo Seno Sensorik CreMona Universitas Negeri Malang

3

Juara III Garudha Gandiwa Mahadharma Prakasa Politeknik Negeri Malang

4

Juara Kategori Terkokoh Bimo Seno Sensorik CreMona Universitas Negeri Malang

5

Juara Kategori Implementasi Terbaik Dwaparayuga Bridge Surawisesa Universitas Jenderal Achmad yani

6

Juara Kategori Terindah Dwaparayuga Bridge Surawisesa Universitas Jenderal Achmad yani

 

KATEGORI JEMBATAN KAYU
No. Juara Nama Jembatan Nama Tim Perguruan Tinggi

1

Juara I Baladewa Bridge Bhatara Universitas Brawijaya

2

Juara II Ademaro Bridge Pandhawa Politeknik Negeri Semarang

3

Juara III Agni Mahasaktika Bridge Agni Mahasaktika Institut Teknologi nasional Bandung

4

Juara Kategori Terkokoh Long Distance Bridge S-52 Institut Teknologi Sepuluh November

5

Juara Kategori Implementasi Terbaik Ahmad Dahlan Bridge Dealictical Der Aufklarung Universitas Muhammadiyah Malang

6

Juara Kategori Terindah Garbarata Dewa Pandawa Lima Politeknik Negeri Bandung

7

Juara Kategori Tercepat Garbarata Dewa Pandawa Lima Politeknik Negeri Bandung

8

Juara Kategori K3 Terlengkap Baladewa Bridge Bhatara Universitas Brawijaya

9

Juara Kategori Terealistis Baladewa Bridge Bhatara Universitas Brawijaya

Kategori Jembatan Baja

No. Juara Nama Jembatan Nama Tim Perguruan Tinggi

1

Juara I Arjuna Bridge Civil Acier Universitas Brawijaya

2

Juara II Lintasan Maha Dewa Panglima Dewa Politeknik Negeri Bandung

3

Juara III

#N/A

#N/A

#N/A

4

Juara Kategori Terkokoh Lintasan Maha Dewa Panglima Dewa Politeknik Negeri Bandung

5

Juara Kategori Implementasi Terbaik Lintasan Maha Dewa Panglima Dewa Politeknik Negeri Bandung

6

Juara Kategori Terindah Arjuna Bridge Civil Acier Universitas Brawijaya

7

Juara Kategori Tercepat Arjuna Bridge Civil Acier Universitas Brawijaya

8

Juara Kategori K3 Terlengkap Arjuna Bridge Civil Acier Universitas Brawijaya

9

Juara Kategori Terealistis Arjuna Bridge Civil Acier Universitas Brawijaya

 

 

 

Juara Kontes Bangunan dan Gedung Indonesia ke IV

Jawara Bangsa

Poltek Negeri Jakarta

Suripto, ST, Msi

Juara I

D’ Cremona

Univ Negeri Malang

Drs. Eko Suwarno, MPd

Juara II

Citra Team

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Endah Wahyuni, ST, MSc, PhD

Juara III

Jawara Bangsa

Poltek Negeri Jakarta

Suripto, ST, Msi

 Juara Estetika/Keindahan

Segentar Alam

Poltek Negeri Sriwijaya

Radja Marpaung, ST, MT

Inovasi dalam rancang bangun

Tim Casstigliano

Univ Gunadarma

Sulardi, ST, MT

Kinerja Struktural

Bandung Bondowoso 01

Univ Negeri Yogyakarta

Drs. Darmono, MT

Kesesuaian Implementasi terhadap rancangan

Segentar Alam

Poltek Negeri Sriwijaya

Radja Marpaung, ST, MT

Metode Pelaksanaan

Tim Politeknik Negeri Bandung Mencatat Waktu Tercepat

Kategori jembatan kayu menjadi kategori terakhir yang dipertandingkan dalam Kompetisi Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VII) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV). Kategori yang memiliki 3 juara dan enam jenis penghargaan ini dijadwalkan Minggu (02/12) pukul 08:00 WIB hingga selesai.

KJI kategori jembatan kayu merupakan dua kategori yang mendapatkan antusiasme lebih peserta dari empat kategori yang dipertandingkan. Data Irananta, salah satu juri, mengatakan kategori yang bisa menghabiskan dana 25 juta dalam sekali pembuatan ini diminati karena membutuhkan full skill dari peserta. Jembatan kayu ini bisa menjadi referensi pada pembuatan sesungguhnya karena hanya memiliki perbandingan 1:10 dari kenyataan, imbuhnya.

Kompetisi yang mempunyai batas waktu perakitan dua jam ini berlangsung sangat meriah. Semangat tinggi bukan hanya ditunjukkan oleh tim finalis, para kru yang menjadi supporter juga bersemangat hingga sorak-sorainya terdengar begitu ramai memenuhi gedung. Supporter yang diperbolehkan hanya di lantai tiga Gedung Graha ITS saling lempar yel-yel. Bahkan supporter dari Universitas Indonesia mengiringi yel-yel dengan gerakan-gerakan lincah bak supporter sepak bola.

Finalis KJI tercepat diraih oleh Politeknik Negeri Bandung (Pandawa Lima). Damara Reza selaku ketua tim menjelaskan bahwa untuk bisa merakit jembatan dengan cepat dibutuhkan latihan yang intensif. Selain itu, kekompakan tim wajib ada. Pembimbing pun selalu memberikan masukan pada tim sehingga tim bisa menggunakan waktu dengan efisien.

Meski Tim Poltek Negeri Bandung menjadi tim pertama yang bisa menyelesaikan perakitan, hal ini belum menjamin kemenangan. Dalam kompetisi jembatan kayu masih banyak kriteria penilaian yang perlu diperhatikan. Data –dosen Teknik Sipil ITS bertitel terakhir Ph.D-  menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria penilaian yang perlu diperhatikan. Kriteria tersebut meliputi lendutan (garis vertikal antara titik terendah dengan garis datar penghubung ujung balok yang melengkung akibat dibebani, red), pabrikasi (pembuatan barang dengan satandart tertentu dengan besar-besaran, red), catatan waktu pembuatan, serta pinalti akibat pelanggaran peserta.  Rincian hasil penilaian ini akan diumumkan seusai rapat pleno dilaksanakan. (snt/fjr)

Hari Kedua KJI KBGI, Jembatan Kayu Siap Berlomba

Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember  Surabaya, Minggu  02 Desember 2012

 

Kompetisi Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VIII) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV) memasuki hari kedua. Kemarin (01/12), dilaksanakan KJI dan KBGI untuk kompetisi jembatan baja dan jembatan bentang panjang atau busur dengan diikuti masing-masing oleh finalis dalam tim sejumlah 8 finalis dan KBGI oleh 9 finalis namun kurang 3 finalis yang direncanakan hari ini akan dilanjutkan .

 

Hari ini dilaksanakan kompetisi lanjutan dengan agenda KJI untuk kompetisi jembatan kayu yang diikuti 8 finalis serta KBGI yang diikuti 3 finalis. Para finalis kompetensi jembatan kayu dari perguruan tinggi atau universitas serta nama timnya antara lain  Institut Teknologi Bandung (E-ZWA 32), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (S-52), Universitas Brawijaya (Bhatara), Universitas Muhammadiyah Malang (Dealictical Der Aufklarung), Poltek Negeri Semarang (Pandawa), Institut Teknologi Nasional Bandung (Agni Mahasaktika), Universitas Indonesia (Lokatara), dan Poltek Negeri Bandung (Pandawa Lima). Sedangkan 3 tim untuk KBGI yang melaksanakan kompetisi hari ini antara lain Universitas Gunadarma (Tim Casstigliano), Universitas Negeri Malang (D’Cremona), dan Universitas Negeri Yogyakarta (Bandung Bondowoso 01). Selain dari kompetisi yang memang diagendakan, kompetisi KJI jembatan baja hari ini akan melanjutkan uji yang kemarin belum selesai.

 

Sesuai jadwal yang ada, saat ini tengah dilaksanakan perakitan jembatan kayu dengan durasi dua jam. Kemudian akan dilaksanakan pengujian jembatan kayu hingga tahap terakhir yakni jembatan kayu yang sudah sesuai kriteria pengujian akan dipindahkan ke lokasi pamer, begitu juga dengan jembatan baja. Sedangkan untuk KBGI, seperti kemarin setelah dilaksanakan perakitan dengan alokasi waktu 2 jam akan dilanjutkan dengan uji pembebanan dan terakhir bangunan yang sudah sesuai kriteria akan dipindahkan ke Pitsop (tempat meletakkan perlengkapan,red) masing-masing.

 

Proses penentuan pemenang KJI didasarkan dari  beberapa kriteria yang nantinya akan ditentukan Juara I,II,dan III untuk masing-masing kategori (jembatan baja, jembatan kayu, dan jembatan bentang panjang atau busur), begitu juga dengan KBGI. Selain itu juga akan diberikan 6 penghargaan baik KJI maupun KBGI dengan kategori untuk KJI antara lain jembatan terkokoh, jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, jembatan terindah, waktu pelaksanaan tercepat, K3 terlengkap, dan metode konstruksi terealistis. Sedangkan 6 penghargaan untuk KBGI diberikan dengan kategori terhadap struktur bangunan gedung antara lain  unsur keindahan/estetika, keinovasian dalam rancang-bangun, kesesuaian implementasi terhadap rancangan, kinerja struktural, serta metode pelaksanaan konstruksi. (snt)

 

Dalam Pembukaan KJI KBGI, Rektor ITS Kritik Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Kontes Jembatan Indonesia ke-8(KJI VIII) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV) yang digelar di Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Sabtu,( 1/12) secara resmi dibuka oleh rektor ITS, Prof.Dr.Tri Yogi Yuwono, DEA.Dalam sambutan pembukaannya, Prof.Tri Yogi menekankan secara khusus bahwa dengan adanya lomba KJI KBGI diharapkan dapat memancing kreativitas mahasiswa guna menghasilkan karya cipta yang inovatif yang mana dapat sejalan dengan visi ASEAN Community 2015 yang mau tidak mau menuntut adanya produk yang memiliki inovasi tinggi agar nantinya negara ini dapat bersaing dengan negara-negara lainnya dalam ASEAN Community.”Minggu lalu Presiden RI yang dalam hal ini mewakili pemerintah telah menyepakati ASEAN Community 2015.Salah satu upaya dalam mempersiapkan negara ini untuk dapat berkompetisi dan bersaing secara bebas adalah tidak lain hanyalah berinovasi.Dengan berbekal satu kunci, yakni inovasi inilah diharapkan dapat melahirkan produk-produk unggul yang memiliki daya saing tinggi dan itu telah tampak di pagi hari ini di depan kita karya-karya inovasi mahasiswa berprestasi yang kelak nantinya bakal menjadi pemimpin negara ini,” ujar Tri Yogi.

Di awal sambutannya, Tri Yogi sempat mengkritik pembangunan Jembatan Selat Sunda yang sampai saat ini tengah digodok oleh pemerintah pusat terkait pendanaannya.Menurut beliau, meski pada hakikatnya negara ini berbentuk kepulauan, namun tidak serta merta kita harus membangun jembatan karena kita masih memiliki moda transportasi lain, yakni transportasi laut.”Sampai saat ini hanya ITS saja sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang menolak pembangunan JSS.Karena ITS memiliki Fakultas Teknologi Kelautan sehingga kami memiliki solusi lain, yakni dengan tetap mengandalkan transportasi laut,” lanjut Tri Yogi.

Selain itu, Rektor ITS ini juga sedikit menyoroti status ke-17 finalis dari 17 perguruan tinggi yang mana hanya satu perguruan tinggi yang berasal dari luar Pulau Jawa, yaitu Politeknik Sriwijaya.”Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama bahwa perguruan tinggi di luar Pulau Jawa harus dapat bersaing di kancah nasional.Atau bahkan dapat juga diadakan suatu perlombaan khusus bagi perguruan tinggi luar Pulau Jawa agar mereka dapat merasakan pengalaman bersaing dalam lingkup nasional,” tutur Tri Yogi.

Dalam KJI KBGI tahun ini akan bersaing 17 perguruan tinggi yang mana untuk perlombaan KJI didapatkan 24 finalis yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni jembatan baja, jembatan kayu dan jembatan batang panjang.Sedangkan Untuk perlombaan KBGI sendiri akan bersaing 9 finalis dari 9 perguruan tinggi yang berbeda.Keseluruhan finalis tersebut didapatkan dari hasil penjurian yang cukup ketat terhadap 94 proposal yang masuk./psc

Ratusan Suporter Meriahkan KJI VIII dan KBGI IV

Kontes Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VIII) dan Kontes Bangun Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV) yang diselenggerakan di ITS selama dua hari ke depan, 1-2 Desember 2012 memiliki atmosfer pertandingan yang cukup meriah.Ke-17 perguruan tinggi yang menjadi finalis ini selain memiliki kompetensi dan keunggulan inovasi pada karya mereka masing-masing, juga tak luput untuk turut membawa suporter mereka ke dalam rombongan.Mereka tak henti-hentinya berteriak, bernyanyi dan bahkan sambil menari guna menyuntik motivasi dan semangat tim mereka yang sedang bertanding di arena.Lantai tiga Graha yang biasanya kosong tidak terpakai, kali ini menampilkan pemandangan yang cukup hidup.Ditambah lagi dengan spanduk dan banner dari tiap-tiap  finalis yang bertebaran terpasang di muka tribun membuat suasana graha tambah meriah.

Salah satu kelompok yang paling cukup atraktif mendukung tim kesayangannya adalah ngkelompok suporter Politeknik Bandung (POLBAN).Suporter ini sepanjang jalannya lomba terus menerus meneriakkan yel-yel sambil menari-nari guna memompa semangat tim mereka yang tengah berkompetisi dalam kategori jembatan baja.Menurut ketua rombongan, Anggi jumlah rombongan yang ikut berjumlah sekitar 100 orang yang berasal dari berbagai angkatan, mulai 2010 hingga 2012.Ia juga menuturkan bahwa rombongan yang datang jauh-jauh dari Bandung ini mendapat dukungan penuh dari pihak institusi kampus.”Kami tidak hanya mendapat dukungan dari pihak jurusan, tapi juga dari pihak institusi kampus juga mendukung kami untuk berkompetisi di Surabaya,” ujarnya mantap.Disinggung mengenai target, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil POLBAN ini menargetkan semua kategori yang mereka ikuti, yakni kategori jembatan baja, jembatan kayu dan bangun gedung memperoleh juara umum.

Kelompok suporter lainnya yang nyanyian dan teriakannya cukup membahana berasal dari kelompok suporter Universitas Jenderal Ahmad Yani Bandung (Unjani).Kelompok suporter ini bergantian bersahut-sahutan yel-yel sehingga membuat atmosfer Graha semakin bergemuruh.Menurut koordinator tim, Joko timnya yang berjumlah 58 orang telah tiba di Surabaya sejak Kamis saing.Unjani yang notabene Juara I kategori jembatan baja KJI VII di Jakarta tidak merestui keberangkatan suporter mereka ke Surabaya.Terpaksa mereka ada yang sampai bolos kuliah untuk mendukung tim mereka bertanding di Surabaya.Bahkan, uang akomodasi dan transportasi mereka harus merogoh kocek pribadi.”Pihak jurusan dan universitas tidak memberi izin keberangkatan kami, Mas.Kami harus menggunakan uang pribadi untuk membiayai perjalanan kami, kecuali uang makan telah ditanggung jurusan.Kami juga harus memakai jatah absen kami yang hanya ada tiga dalam satu semester karena kami tidak mendapat surat dispensasi.Perhatian dari pihak universitas sangat kurang.Padahal Unjani adalah juara bertahan kategori jembatan baja,” keluhnya.

Di tempat terpisah, tepatnya di parkir VIP Graha juga terdapat kelompok suporter yang berasal dari mahasiswa Teknik Sipil ITS yang tengah mendukung tim mereka yang bertanding pada KBGI.Di tengah panasnya terik matahari Surabaya, massa yang berjumlah sekitar 50 orang ini tanpa lelah bernyanyi memberikan semangat kepada tim mereka yang mengusung Rumah Joglo sebagai produk inovatif mereka.Suporter dari Teknik Sipil ITS yang kabarnya berasal dari angkatan 2012 ini mendapat dukungan penuh dari jurusan mereka.Terbukti dengan kaos yang melekat ditubuh mereka yang memang sengaja dipesan untuk mendukung tim kesayangan mereka./psc

Detik-detik Akhir yang Mengharukan

Di dalam bangunan utama gedung Graha Sepuuh Nopember ITS telah berkumpul delapan tim dari berbagai Universitas di Indonesia. Delapan tim tersebut akan mengikuti lomba jembatan baja yang merupakan salah satu yang di lombakan dalam kegiatan kontes Jembatan Indonesia (KJI).

Lomba yang berlangsung tanggal 1 Desember 2012 ini berlangsung meriah dan medebarkan. Karena lomba yang mempunyai bentang enam meter, lebar satu meter dan tinggi tak lebih dari sepersepuluh dari panjang bentang ini berlangsung hingga detik-detik terakhir lomba. Catatan waktu tercepat di ambil oleh Politeknik Negri malang dengan membubuhkan waktu 26 menit 58 detik, kemudian di susul oleh Universitas Brawijaya.

Rasa haru sangat dirasakan oleh peserta yang telah menyelesaikan jembatan yang mereka buat. Apalagi oleh tim dari Institut Teknologi Bandung yang menyelesaikan pada menit- menit terakhir.  Kekompakan dari sebuah tim sangatlah penting dalam lomba ini. Karena dengan bentang jembatan yang lumayan panjang mereka (Red para peserta) hanya deberi waktu selama dua jam untuk menyusun ulang potongan-potongan jembatan yang telah mereka persiapkan sebelumnya.

Tak ayal jika ada sebuah tim yang gagal menyelesaikan jembatan yang mereka buat. Salah satu tim yang kurang beruntung itu berasal dari Institut Teknologi Nasional(ITENAS). Tim mereka sebenarnya telah menyelesaikan sambungan rangka jauh lebih cepat dari Tim Institut Teknologi Bandung. Namun sayang mereka (Red Tim ITENAS) kesulitan melakukan Launching jembatan ( meletakkan jembatan pada pondasi). Hingga waktu lomba berakhir mereka tetap bersemengat untuk melakukan Launching jembatan, namun sayang tetap gagal.

Hingga akhirnya mereka meletakkan jembatan yang mereka buat dengan mengangkat langsung (tanpa alat). Walawpun rasa kecewa teramat dalam karena harapan tipis untuk menang, namun mereka tetap tegar dan akhirnya mereka berhasil menyelesaikan jembatan yang mereka buat selang sepuluh menit dari waktu lomba.

Selain itu. Lomba KJI ini juga melombakan Jembatan busur. Lomba katagori ini pula berlangsung pada hari Sabtu, 1 Desember 2012. Jembatan yang mempunyai bahan dasar kayu Rotan ini di Ikuti Oleh delapan tim. Mulai dari politeknik jakarta, Universitas Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

Jembatan-jembatan yang mereka(Red Para peserta) buat sangat variatif dan Inovatif yang tak lepas dari unsur keindahan dan juga unsur kekuatan tentunya. Lomba dalam katagori ini di uji coba dengan memberikan pembebanan sebesar lima kilogram yang ditaruh ditengah-tengah bentang.

Lomba yang membandingkan nilai penurunan dengan berat jembatan itu sendiri  berlangsung di pelataran gedung Graha Sepuluh Nopember. Lomba ini pun bersebelahan dengan lomba kontes Bangunan Gedung Indonesia. Lomba cabanng ini hanya mempunyai satu jenis lomba saja yaitu berupa konstruksi bangunan saja.

Lomba yang mempunyai tema Rumah Kayu Inovatif Tahan Gempa ini di ikuti oleh sembilan Tim dengan rincian tiga Tim pada tanggal 1 Desember 2012, sedangkan enam tim lainnya pada tanggal 2 Desember 2012. Lomba ini di buka dengan penampilan dari tuan rumah yaitu Idari Tekni Sipil TS yang juga bersaing dengan dua tim lainnya yaitu politeknik negeri Bandung dan Politeknik Negeri Jakarta.

Lomba ini pun tak kalah meriah dengan lomba jembatan yang berada di dalam Gedung Graha yang penuh dengan yel-yel suporter masing-masing tim yang senantiasa memberikan dukungan timnya. Kontes Jembatan Indonesia dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia ini akan di tutup pada hari Ahad tanggal 2 Desember 2012 yang juga di iringi dengan pengumuman para pemenang dan juga pembagian hadiah./njb

Kunjungan ke Jembatan Suramadu

Diberitahukan kepada peserta dan pembimbing, bahwa panitia pelaksana akan mengadakan acara kunjungan ke Jembatan Suramadu untuk meninjau “Structural Health Monitoring System” pada hari jumat tanggal 30 November 2012 jam 19.00 bagi yang berminat bisa mendaftar dengan menuliskan nama+asal PT pada alamat http://bit.ly/KunjunganSuramadu

Pengumuman

Dari pihak ITS menyediakan tiang bendera dengan panjang 2 meter, dimohon kepada setiap universitas untuk menyediakan BENDERA dengan ukuran di esuaikan dengan tiang bendera yang telah di sediakan dan di harapkan setiap perguruan tinggi minimal membawa 1 JAS ALMAMETER dan menunjuk slah satu peserta sebagai pembawa bendera universitas masing-masing.

 

Terima kasih