Dalam Pembukaan KJI KBGI, Rektor ITS Kritik Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Kontes Jembatan Indonesia ke-8(KJI VIII) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV) yang digelar di Graha Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Sabtu,( 1/12) secara resmi dibuka oleh rektor ITS, Prof.Dr.Tri Yogi Yuwono, DEA.Dalam sambutan pembukaannya, Prof.Tri Yogi menekankan secara khusus bahwa dengan adanya lomba KJI KBGI diharapkan dapat memancing kreativitas mahasiswa guna menghasilkan karya cipta yang inovatif yang mana dapat sejalan dengan visi ASEAN Community 2015 yang mau tidak mau menuntut adanya produk yang memiliki inovasi tinggi agar nantinya negara ini dapat bersaing dengan negara-negara lainnya dalam ASEAN Community.”Minggu lalu Presiden RI yang dalam hal ini mewakili pemerintah telah menyepakati ASEAN Community 2015.Salah satu upaya dalam mempersiapkan negara ini untuk dapat berkompetisi dan bersaing secara bebas adalah tidak lain hanyalah berinovasi.Dengan berbekal satu kunci, yakni inovasi inilah diharapkan dapat melahirkan produk-produk unggul yang memiliki daya saing tinggi dan itu telah tampak di pagi hari ini di depan kita karya-karya inovasi mahasiswa berprestasi yang kelak nantinya bakal menjadi pemimpin negara ini,” ujar Tri Yogi.

Di awal sambutannya, Tri Yogi sempat mengkritik pembangunan Jembatan Selat Sunda yang sampai saat ini tengah digodok oleh pemerintah pusat terkait pendanaannya.Menurut beliau, meski pada hakikatnya negara ini berbentuk kepulauan, namun tidak serta merta kita harus membangun jembatan karena kita masih memiliki moda transportasi lain, yakni transportasi laut.”Sampai saat ini hanya ITS saja sebagai satu-satunya perguruan tinggi yang menolak pembangunan JSS.Karena ITS memiliki Fakultas Teknologi Kelautan sehingga kami memiliki solusi lain, yakni dengan tetap mengandalkan transportasi laut,” lanjut Tri Yogi.

Selain itu, Rektor ITS ini juga sedikit menyoroti status ke-17 finalis dari 17 perguruan tinggi yang mana hanya satu perguruan tinggi yang berasal dari luar Pulau Jawa, yaitu Politeknik Sriwijaya.”Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama bahwa perguruan tinggi di luar Pulau Jawa harus dapat bersaing di kancah nasional.Atau bahkan dapat juga diadakan suatu perlombaan khusus bagi perguruan tinggi luar Pulau Jawa agar mereka dapat merasakan pengalaman bersaing dalam lingkup nasional,” tutur Tri Yogi.

Dalam KJI KBGI tahun ini akan bersaing 17 perguruan tinggi yang mana untuk perlombaan KJI didapatkan 24 finalis yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni jembatan baja, jembatan kayu dan jembatan batang panjang.Sedangkan Untuk perlombaan KBGI sendiri akan bersaing 9 finalis dari 9 perguruan tinggi yang berbeda.Keseluruhan finalis tersebut didapatkan dari hasil penjurian yang cukup ketat terhadap 94 proposal yang masuk./psc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>