Tim Politeknik Negeri Bandung Mencatat Waktu Tercepat

Kategori jembatan kayu menjadi kategori terakhir yang dipertandingkan dalam Kompetisi Jembatan Indonesia ke-8 (KJI VII) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke-4 (KBGI IV). Kategori yang memiliki 3 juara dan enam jenis penghargaan ini dijadwalkan Minggu (02/12) pukul 08:00 WIB hingga selesai.

KJI kategori jembatan kayu merupakan dua kategori yang mendapatkan antusiasme lebih peserta dari empat kategori yang dipertandingkan. Data Irananta, salah satu juri, mengatakan kategori yang bisa menghabiskan dana 25 juta dalam sekali pembuatan ini diminati karena membutuhkan full skill dari peserta. Jembatan kayu ini bisa menjadi referensi pada pembuatan sesungguhnya karena hanya memiliki perbandingan 1:10 dari kenyataan, imbuhnya.

Kompetisi yang mempunyai batas waktu perakitan dua jam ini berlangsung sangat meriah. Semangat tinggi bukan hanya ditunjukkan oleh tim finalis, para kru yang menjadi supporter juga bersemangat hingga sorak-sorainya terdengar begitu ramai memenuhi gedung. Supporter yang diperbolehkan hanya di lantai tiga Gedung Graha ITS saling lempar yel-yel. Bahkan supporter dari Universitas Indonesia mengiringi yel-yel dengan gerakan-gerakan lincah bak supporter sepak bola.

Finalis KJI tercepat diraih oleh Politeknik Negeri Bandung (Pandawa Lima). Damara Reza selaku ketua tim menjelaskan bahwa untuk bisa merakit jembatan dengan cepat dibutuhkan latihan yang intensif. Selain itu, kekompakan tim wajib ada. Pembimbing pun selalu memberikan masukan pada tim sehingga tim bisa menggunakan waktu dengan efisien.

Meski Tim Poltek Negeri Bandung menjadi tim pertama yang bisa menyelesaikan perakitan, hal ini belum menjamin kemenangan. Dalam kompetisi jembatan kayu masih banyak kriteria penilaian yang perlu diperhatikan. Data –dosen Teknik Sipil ITS bertitel terakhir Ph.D-  menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria penilaian yang perlu diperhatikan. Kriteria tersebut meliputi lendutan (garis vertikal antara titik terendah dengan garis datar penghubung ujung balok yang melengkung akibat dibebani, red), pabrikasi (pembuatan barang dengan satandart tertentu dengan besar-besaran, red), catatan waktu pembuatan, serta pinalti akibat pelanggaran peserta.  Rincian hasil penilaian ini akan diumumkan seusai rapat pleno dilaksanakan. (snt/fjr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>